Biografi Ibu
Ibuku bernama Nurul Asma
, beliau hanya seorang ibu rumah tangga lulusan SMA , ibuku dibesarkan di Jongkong
dan lahir pada tanggal 31 Januari 1977 , dari awal menikah sampai sekarang kami
sekeluarga tinggal di jongkong . Sosok yang tak akan pernah tergantikan yaitu
orang yang paling berharga dalam hidupku , ibu aku memanggil nya , beliau
adalah sosok malaikat tanpa sayap yang selalu dengan senang hati memberikan ku
segala kasih sayang dan kebahagiaan . Ibuku dialah sosok yang telah melahirkan
ku dan membesarkan ku , dari hingga aku masih dalam kandungan sampai detik ini
dan sebesar ini , beliau lah peran ibu yang tak pernah sedikit pun meninggalkan
ku , ibuku adalah wanita terhebat dan sangat luar biasa yang pernah aku temui .
Bagiku ibuku merupakan
sosok yang sangat menginspirasi dalam hidupku , beliau lah orang yang tak
pernah mengeluh dan selalu sabar dalam menghadapi berbagai macam cobaan, dari
mulai sikap penyayang Tangguh rendah hati dan tak mengekuh itulah aku menjadikan
beliau sebagai motivasi terbesarku , dan segala jalan hidup yang baik dari
dirinya akan selalu aku jadikan contoh untuk menuju ke masa depan dan proses
hidup yang lebih baik lagi . Dulu Ketika masih kecil aku ingat sekali dengan
jelas ibu selalu bangun pagi dan membangunkan ku untuk sholat subuh , beliau
adalah orang yang paling sabar dan sangat Tangguh , banyak sekali hal yang
terjadi dan di alami selama aku hidup 18 tahun ini .
Dari mulai kecil ibulah orang pertama yang
menjadi guru mengajiku , ibulah orang yang pertama yang memberitahuku bahwa jika
tidak sholat Allah akan marah . Dulu ibuku seorang petani Ketika alm nenek
masih hidup beliau sering ikut bersama nenek untuk pergi ke sawah dan kebun
karet , kadang ibuku mengais karet kadang dia juga menanam padi atau memanen
padi, Dulu ketika masih kecil aku selalu diasuh oleh paman dan bibiku , karna
ibuku dan ayahku sama-sama bekerja setiap hari . dulu ibuku adalah satu-satunya
anak yang sudah bekeluarga dan memutuskan untuk tinggal dengan nenek dan kakek
ku , karna hanya ibukulah yang putus sekolah dan tidak melanjutkan Pendidikan ke
jenjang sarjana .
Ibuku paman dan juga
bibiku , hanya mereka lah saudara yang sampai sekarang allhamdulillah masih
hidup , mak long aku memanggil nya beliau adalah saudara pertama ibuku yang sudah
dulu meninggal kemudian di susul oleh mak cik saudara ketiga dari ibuku yang
meninggal pada tahun yang sama dengan mak long ku , 2 tahun kemudian di susul
oleh paman ku yang saat itu sedang sakit jantung dan subhanallah beliau
meninggal saat dalam tengah bekerja untuk menjalankan kewajiban nya sebagai
seorang bapak penghulu , saat beliau meninggal beliau belum lama habis keluar
dari rumah sakit , yang kemudian Kembali keruman dan bekerja seperti biasanya ,
beliau diambil nyawanya tepat pada saat sedang membacakan doa di pernikahan
yang sedang beliau datangi .
Dan pada tahun ini 2020
bibiku yang adalah saudara kedua dari ibuku juga meninggal dunia karena sakit ,
sekarang ibuku hanya tinggal memiliki 2 saudara yaitu kakak nya yang sudah
bekerluarga dan hidup di putussibau lalu pamanku yang sudah bekeluarga dan
tinggal tak jauh dari rumah kami . Sekarang ibuku hanya berdagang kecil-kecilan
didepan rumah , beliau membuka warung dan menjual berbagai barang sembako dan
bahan makanan lainya . Semenjak nenek ku meninggal sewaktu aku kecil , Ibuku
sudah memutuskan untuk tidak lagi bekerja diluar rumah ,
Ketika malam biasanya
ibuku aktif sekali dalam mengikuti kegiatan PKK yang dimana diselenggarakan
oleh pihak desa , biasanya ibu-ibu disini setiap malam mereka selalu berkumpul
di satu rumah dan berlatih bersanji , kadang mereka bersanji , kasidah dan
yasinan, banyak program-program dari desa yang sering ibuku hadiri , seperti
contohnya kegiatan dari kabupaten pelatihan membuat nugget dan abon sapi ,
beliau juga salah satu perwakilan yang dipercaya untuk ikut serta dalam
kegiatan tersebut . Bukanya dibidang umum saja tapi di bidang keagamaan dan
sosial beliau juga aktif .
Dari dulu hingga sekarang
beliau sudah berdagang di depan rumah , kebetulan letak sekolah TK tepat sekali
di depan rumah ku , biasanya anak-anak dari mulai anggakatan 2008 sampai 2020
mengenal baik ibuku , mereka selalu berbelanja di warung ibuku , mamak tata
mereka memanggil beliau , dari mulai jajanan ringan hingga berat semua ibuku
jual , entah itu gorengan atau nasi kuning es lilin dan juga kerupuk basah apa
yang bisa di jual pasti beliau jual , karna kalau dulu anak-anak disini lebih
suka makan-makanan buatan sendiri dari pada snack yang dijual dan sudah di kemas
dari luar .
Allhamdulillah sampai sekarang
ibuku masih sehat dan masih sangat semangat dalam menjalankan aktifitas nya sehari-hari
, dulu beliau pernah sakit berbulan-bulan dan tidak bisa berjalan , sudah berobat
kesana kesini tapi nihil taka da hasil dan perubahan , dari mulai pengobatan medis
hingga pengobatan kampung sudah dilakukan , ibuku sakit bagian betis kaki
beliau mengembang dengan sangat besar dan kalau disentuh seperti berisi cairan
yang sangat banyak , sampai akhirnya kami pun menemuka obat yang bisa menyembuhkan
beliau sekarang beliau sudah sembuh total dan tidak pernah kambuh lagi ,
walaipun begitu ibuku masih tetap mengkonsumsi obatnya hingga sekarang .
Ibu ialah idola bagi
setiap anak tanpa terkecuali , karna tanpa beliau lah kita tak mungkin bisa
sehebat dan sebesar ini sekarang . Sayangi lah kedua orang tua kalian , berikan
mereka yang terbaik dan jangan lupa untuk membahagiakan mereka , jika tak mampu
mewah cukup bahagiakan mereka dengan segala hal sederhana . Jaga dan rawat ibu
kalian selagi sekarang mereka masih sehat dan hidup dengan baik , apapun yang
terjadi dan bagaiamanpun kehidupan kalian sesukses apa pun dan sekaya apa pun
ada doa ibu dibalik itu semua . Terima kasih kalian yang sampai hari ini masih
memperjuangkan kebahagiaan orang tua , dan terima kasih untuk kalian yang masih
selalu merindukan dan mendoakan sosok ibu mesikupun sudah tak ada lagi .

Komentar
Posting Komentar